4. Harga Agresif
Proyek bodong seringkali memberikan nilai proyek mereka dengan harga agresif, tenang pak nanti bapak gak akan rugi, kita akan bayar semuanya. kata-kata ini sering saya dengar, jika suatu proyek memberikan harga agresif bisa jadi kalian sebagai pemborong atau kontraktor atau suplier penawaran kalian hanya dibutuhkan sebagai pembanding saja,
Untuk melengkapi penawaran pemborong atau kontraktor yang sudah mereka siapkan, ini bisa menjadi indikasi bahwa proyek tersebut mungkin merupakan proyek bodong, bodong bagi kita yang hanya sebagai pembanding saja.
Baca Juga : 3 Dampak Kondisi Politik Pengaruhi Harga Borongan
5. Proyek mangkrak atau meneruskan proyek yang sempat berhenti
Proyek bodong seringkali mangkrak atau ganti-ganti pemborong, kontraktor atau suplier, kenapa saya bilang ini proyek bodong, proyeknya ada, timnya ada, informasi proyeknya jelas, tapi pemilik proyek atau pemberi karja tidak punya modal atau uang yang cukup untuk menyelesaikan proyek,
Jadi skemanya terselubung, gonta ganti kontraktor, bukan mangkrak karena covid 19 atau memang karena alasan yang masuk akal.




ok…